Sunday, October 18, 2015

IDOLA YANG TAK TERLIHAT

Mohammad Hasan Heurei adalah seorang anak yang memiliki cacat fisik yaitu tuna netra, meskipun demikian dia tidak pernah minder dengan orang-orang disekitarnya, pada suatu hari dia mendengarkan sebuah lagu di acara televisi swasta walaupun dia atidak bisa melihatnya tetapi dia sangat menikmati lagu tersebut, entah kenapa lagu tersebut membuat dia menjadi semangat entah lagu tersebut yang liriknya membuat orang semangat atau dia sendiri lagi semangat, dia sendiri juga bingung, ia bertanya kepada ibunya yang berada disebelahnya “siapa yang menyanyikan lagu tersebut” kata hasan, ibunya pun menjawab “JKT48”, lalu hasan bertanya lagi “siapakah mereka semua”, dan ibu menjawab “entahlah ibu juga tidak tahu juga” akhirnya Hasan hanya bisa mendengarkannya saja tanpa tahu siapa meraka semua. Keesokan harinya setelah bangun tidur hasan masih teringat lagu tersebut yang membuatnya ingin tahu lebih siapa yang menyanyikan, sampai dia sampai di depan terasnya dengan tongkatnya dia masih teringat lagu tersebut, saat sedang membayangkan tiba-tiba dia mendengarkan ada seseorang yang memanggilnya, benar
saja ternyata yang memanggilnya adalah Danang Saputra Wijaya teman sepermainan yang selalu membantu dirinya, Hasan bertanya kepada Danang “apakah kamu tahu tentang JKT48?” lalu Danang menjawab “tahu, memangnya kenapa?”, “siapakah mereka semua” kata Hasan, lalu Danang menjawab bahwa JKT48 adalah sebuah idol group pertama di Indonesia dan mereka adalah sister group pertama diluar jepang yang dibentuk oleh Yasushi Akimoto, JKT48 dibentuk pada tahun 2011 yang diseleksi langsung oleh Yasushi Akimoto. “oh.., jadi JKT48 itu idol group?” tanya Hasan, Danang menjawab “iya”. “berapa sih harga kaset JKT48” tanya Hasan, sesaat Danang pun terdiam, ia tidak ingin membuat sedih Hasan bahwa ternyata kaset JKT48 sudah habis di pasaran. Pada saat Hasan membayangkan tentang harga kaset JKT48 tiba-tiba Danang memberinya sesuatu,  sebuah benda berbentuk kotak yang membuatnya bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, “benda apakah ini” pikirnya. Lalu Danang memberitahunya bahwa itu adalah kaset album pertama dari JKT48, seketika Hasan kaget bercampur senang, ia tidak menyangka bahwa ia akan memiliki kaset tersebut, Danang pun ikut senang juga, sesaat kemudian Danang pamit untuk pulang kerumahnya, Danang meninggalkan Hasan yang masih kaget. Ketika Danang sudah pergi meninggalkannya akhirnya Hasan masuk rumah dan menuju ruang keluarga untuk mendengarkan kaset pemberian Danang, ia mendengarkan berulang kali sampai tak terasa ibunya sudah menyuruhnya untuk mandi karena senja sudah menyelimuti desa. Malam itu pun dia membayangkan baggaimana kebaikan Danang kepadanya.
            Keesokan harinya jam 10 pagi pada saat Hasan sedang mendengarkan musik tiba-tiba Danang datang kerumahnya, danang mengajaknya untuk menonton JKT48 secara langsung di JKT48 theater, Hasan sangat senang sekali ia pun bersiap-siap untuk pergi, sesaat sebelum berangkat Hasan tidak lupa meminta ijin kepada ibunya agar diberi keselamatan di perjalanan, jam 10.30 akhirnya mereka berdua sudah sampai di stasiun bekasi mereka akan ke JKT48 theater yang letaknya di jakarta pusat menggunakan comuter line, jam 11 tepat keretanya pun datang mereka pun masuk kedalam kereta yang saat itu sangat lengang, tidak seperti biasanya yang selalu berdesak-desakan. Sepanjang perjalanan Danang menceritakan perjalanan JKT48 dari dulu hingga sekarang, Hasan mendengarkan dengan seksama sesekali ia kagum kepada anggota JKT48 yang selalu berusaha hingga bisa seperti sekarang ini, setelah satu jam lebih mereka naik kereta akhirnya sampai juga mereka di stasiun pasar senen, mereka berdua berjalan menuju halte busway untuk menyambung perjalanannya sekitar 15 menit mereka menunggu akhirnya busway datang mereka pun naik. Di dalam busway tanpa sengaja Danang bertemu temannya yang juga ingin menuju JKT48 theater di bis Hasan dikenalkan oleh Danang kepada temannya yang bernama Dika dan Bima, di perjalanan Bima bertanya kepadanya bagaimana dia bisa tahu tentang JKT48 Hasan menjawab bahwa yang memberitahunya lebih adalah Danang, ia juga pergi ke JKT48 theater atas ajakan Danang. Kurang lebih 45 menit mereka pun telah sampai di halte dekat fx mall, mereka pun turun dan berjalan menuju JKT48 theater yang berada di fx mall, sesampainya di mall Hasan dan Danang langsung menuju ke foodcourt  untuk mengisi perut mereka sedangkan Bima dan Dika langsung menuju ke JKT48 theater akhirnya mereka pun berpisah di lift. Tepat pukul 15.00 Danang mengajak Hasan untuk mengantri tiket di depan teater setelah sampai di teater ternyata satpam memberi tahu mereka bahwa tiket waiting list hari ini tidak di jual, seketika mereka berdua menjadi lesu mereka pun meninggalkan JKT48 theater dengan perasaan kecewa, sebelum meniggalkan teater Danang mengajak Hasan untuk pergi suatu tempat yang membuat Hasan bertanya-tanya, ternyata Danang mengajak Hasan ke both  yang ternyata menjual  merchendise JKT48, Danang memberikan Hasan sebuah poster dan foto salah satu member, Hasan sangat senang sekali walaupun tidak bisa menonton langsung mereka pemberian danang membuat rasa kecewanya sedikit terobati, mereka pun meniggalkan fx mall untuk pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya di rumah Hasan meminta tolong kepada ibunya untuk membantu menempelkan poster di dinding kamar Hasan, ibu Hasan dengan senang hati membantu dirinya, ibu sudah lama tidak melihat Hasan sesemangat ini walaupun hari sudah tengah malam saat sudah selesai menempelkan poster Hasan terlelap seketika.
            Seminggu sudah berlalu setelah pertama kalinya Hasan ke teater, saat sedang duduk-duduk di depan teras rumah tiba-tiba Danang datang dengan membawa dua buah kertas yang tidak di ketahui Hasan, ternyata Danang mengajaknya lagi untuk ke JKT48 theater, tetapi Hasan menolaknya dengan alasan tidak dapat tiket lagi, Danang memberikan sebuah kertas kepada Hasan, hasan bertanya kepada Danang “kertas apakah ini?” lalu Danang menjawab “itu sebuah tiket untuk menonton JKT48” seketika Hasan kaget bercampur senang lagi-lagi temannya membantunya lagi untuk menonton sang idola, tanpa berpikir panjang Hasan bersiap-siap untuk pergi ke JKT48 theater. Sekitar jam 14.00 mereka sudah tiba di fx mall mereka pun langsung menuju ke JKT48 theater sambil menuggu pintu teater yang di buka pada pukul 16.00 mereka pun duduk di sebuah bangku kosong yang terdapat di dekat JKT48 theater  merekapun memperbincangkan tentang JKT48, saat sedang asik-asiknya mereka membicarakan JKT48 Danang meminta ijin untuk pergi ke toilet, saat sedang di tinggal sendirian oleh Danang, Hasan merasakan ada seseorang yang duduk di dekatnya itu membuatnya sedikit was-was, kewaspadaannya hilang tatkala ternyata yang berada di sebelahnya adalah seorang wanita, wanita itu bertanya kepada dirinya “kamu mau kemana?” Hasan menjawab “mau menonton JKT48” wanita itu bertanya lagi “bukannya kamu tidak bisa melihat, kalau ke sana kamu nonton apa?” lalu hasan menjelaskan bahwa meskipun dia tidak bisa melihat bukan berarti tidak boleh menonton sang idola, dia hanya ingin mendengarkan idolanya bernyanyi dari dekat, cerita dari hasan membuat wanita itu menjadi terharu lalu wanita tersebut mengeluarkan sebuah kertas dan pulpen, wanita tersebut menulis sesuatu tanpa sepengetahuan Hasan, akhirnya dia pamit meninggalkan Hasan untuk ke suatu tempat dan tidak lupa dia memberikan secarik kertas itu kepada Hasan. Danang kembali dari toilet dan mengajak Hasan untuk makan dulu di foodcourt fx mall, setelah selesai makan tepat jam 15.30 mereka langsung menuju JKT48 theater untuk mengantri masuk, tepat jam 16.00 pintu teater pun di buka merek pun langsung masuk dan duduk di deretan tengah, walaupun Hasan tidak bisa melihat mereka tampil sepanjang lagu yang dinyanyikan oleh JKT48 tetapi dia bisa merasakan semangat dari para anggota JKT48, tak terasa dua jam sudah pertunjukan di JKT48 theater mereka pun keluar untuk bersalaman dengan semua anggota JKT48, Hasan nampak canggung ketika bersalaman dengan semua anggota JKT48 yang barusan tampil karena keterbatasan fisik tetapi dia tetap percaya diri karena ada Danang yang selalu membantunya, jam 19.23 mereka meninggalkan fx mall untuk pulang dengan mengendarai taksi karena waktu itu commuter line sudah tidak ada jadwal ke bekasi. Saat di perjalanan Hasan memperlihatkan secarik kertas pemberian Hanna kepada Danang, Hasan pun bertanya kepada Danang “apa yang ada di kertas itu?” Kata Hasan, Danang pun kaget ternyata yang ada dikertas itu sebuah tulisan dari tinta emas yang bertuliskan
“tetap semangat ya.. dari Jennifer Hanna JKT48”
dengan perasaan kaget bercampur dengan perasaan senang ternyata dia tadi duduk bersama salah satu anggota JKT48 yang ia tidak ketahui.
            Suatu hari JKT48 mengadakan handshake event, Hasan meminta tolong kepada Danang untuk membelikan tiket handshake event yang diadakan pada hari minggu. Tepat hari minggu acara tersebut dilaksanakan dan Hasan memilih untuk bersalaman dengan Jennifer Hanna karena Hasan masih penasaran dengan dia, sedangkan Dannag memilih bersalaman dengan Viny, di bantu dengan Danang Hasan pun masuk antrian untuk bersalaman dengan Hanna tiba saat Hasan bersalaman dengan Hanna, saat bersalaman dengan Hanna, Hasan pun mengucapkan terimakasih atas secarik kertas yang membuatnya lebih semangat menjalani hidup, dan Hanna menjawab
“tetapi kekurangan dirimulah dirimu lah yang membuat aku tetap semangat..”

 itulah akhir dari salaman mereka, dengan perasaan bercampur aduk antara haru dan senang hasan meninggalkan Hanna, kata-kata Hanna tadi membuat Hasan tidak menyangka bahwa dirinyalah yang membuat semangat salah satu anggota JKT48 tetap ada.

No comments:

Post a Comment