Josua Reinaldi (23215606)
Irfan Rifa'i HS (27215773)
Tarih Hiraamil BW (26215814)
Kelas : 1EB21
TUGAS MINGGU I
SISTEM EKONOMI INDONESIA
1. Pengertian
system ekonomi
Sistem adalah
sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai
tujuan tertentu. Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma)
dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang
terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk
memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk
mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan
suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model
matematika seringkali bisa dibuat.
2. Sistem ekonomi Indonesia
Sistem ekonomi adalah suatu aturan dan
tata cara untuk mengatur perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi
untuk menraih suatu tujuan. Sistem perekonomian di setiap negara dipengaruhi
oleh beberapa faktor, antara lain ideologi bangsa, sifat dan jati
diri bangsa, dan struktur ekonomi.
Sistem ekonomi sosialis dikenal juga
dengan sistem ekonomi terpusat. Sistem ekonomi sosialis merupakan
suatu sistem ekonomi di mana pemerintah memegang peranan paling penting
atau dominan dalam pengaturan kegiatan ekonomi. Dominasi yang dilakukan
pemerintah itu dapat berupa pembatasan-pembatasan terhadap kegiatan ekonomi
yang dilakukan oleh anggota masyarakat. Negara-negara yang menganut sistem
ekonomi ini antara lain, China, Rusia, serta beberapa negara di Eropa Timur
yang merupakan bekas jajahan Rusia.
Ciri-ciri Ekonomi Sosialis
- Kegiatan perekonomian dari produksi, distribusi, dan konsumsi serta harga ditetapkan pemerintah dengan peraturan negar
- Hak milik perorangan atau swasta tidak diakui, sehingga kebebasan individu dalam berusaha tidak ada.
- Alat-alat produksi dikuasai oleh negara
- Sebagai suatu sistem ekonomi, ekonomi sosialis tentunya memiliki juga kelebihan dan kekurangan
Berikut ini kelebihan dan kekurangannya :
Kelebihan :
Kelebihan :
- · Pemerintah lebih mudah dalam mengadakan pengawasan dan pengendalian.
- · Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap seluruh kegiatan ekonomi.
- · Kemakmuran masyarakat merata.
- · Perencanaan pembangunan lebih cepat direalisasikan.
Kekurangan :
- · Adanya pemasungan daya kreasi masyarakat sehingga hampir semua inisiatif, inovasi diprakarsai oleh pemerintah.
- · Adanya pasar gelap yang diakibatkan adanya pembatasan yang terlalu ketat oleh pemerintah.
- · Anggota masyarakat tidak dijamin untuk memilih dan menentukan jenis pekerjaan serta memilih barang konsumsi yang dikehendaki.
- · Pemerintah bersifat paternalistis, artinya apa yang telah diatur/ditetapkan oleh pemerintah adalah benar dan harus dipatuhi.
Sistem Ekonomi Kapitalis
Sistem ekonomi kapitalis dikenal juga
sebagai sistem ekonomi liberal. Sistem ekonomi
kapitalis merupakan suatu sistem ekonomi yang menghendaki kebebasan
yang seluas-luasnya bagi setiap individu untuk melakukan tindakan ekonomi tanpa
campur tangan dari pemerintah. Kondisi ini benar-benar tidak memerlukan campur
tangan pemerintah atau dengan kata lain, pemerintah akan benar-benar lepas
tangan terhadap pengambilan keputusan ekonomi. Sistem ekonomi ini
pernah dianut Indonesia di tahun 1950-an sebelum akhirnya diganti dengan sistem
ekonomi Pancasila. Negara lainnya yang menganut sistem ekonomi
kapitalis antara lain: Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Perancis,
Belgia, Irlandia, dan Swiss.
Ciri-ciri sistem ekonomi
kapitalis :
- § Diakuinya kebebasan pihak swasta/masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakan ekonomi.
- § Diakuinya kebebasan memiliki barang modal (barang kapital).
- § Dalam melakukan tindakan ekonomi dilandasi semangat untuk mencari keuntungan sendiri.
Sebagai suatu sistem
ekonomi, ekonomi kapitalis tentunya memiliki juga kelebihan dan
kekurangan. Berikut ini kelebihan dan kekurangannya :
Kelebihan :
- · Adanya persaingan sehingga mendorong kemajuan usaha.
- · Campur tangan pemerintah dalam bidang ekonomi kecil sehingga mendorong kesempatan lebih luas bagi pihak swasta.
- · Produksi didasarkan pada permintaan pasar atau kebutuhan masyarakat.
- · Pengakuan hak milik oleh negara mendorong semangat usaha masyarakat.
Kekurangan :
- · Adanya praktik persaingan tidak sehat, yaitu penindasan pihak yang lemah.
- · Persaingan tidak sehat dapat menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat.
- · Timbulnya praktik yang tidak jujur yang didasari mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya, sehingga hal ini telah menyampingkan kepentingan umum.
4. Persaingan
terkendali
Kompetisi untuk memperbaiki taraf
kehidupan, baik antarindividu maupun antarbadan-usaha, pemerintah tidak
membatasi pilihan seseorang untuk memasuki bidang pendidikan/keahlian yang
diminatinya. Pemerintah turut mengatur penyediaan bidang pendidikan/ keahlian,
berdasarkan proyeksi kebutuhan. Jadi, tidak sepenuhnya dilepas kepada pihak
swasta. Pemerintah juga mengendalikannya dengan membaca prioritas-prioritas
bidang usaha, termasuk juga prioritas lokasi usaha. Dalam hal penerimaan
imbalan atas prestasi kerja, juga sangat terbuka peluang bagi setiap
pekerja/pemodal untuk mendapatkan imbalan melebihi sekedar kebutuhannya. Justru
pemerintah mengatur ketentuan upah minimum bagi pekerja, agar memenuhi standar
kebutuhan hidup minimum yang layak.
Tulus Tambunan,2001,Perekonomian
Indonesia:Teori dan Temuan Empiris:Jakarta,Ghalia Indonesia
5. Kadar
kapitalisme dan sosiolisme
Unsur kapitalisme dan sosialisme yang
ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat dilihat dari sudut berikut ini:
(a) Pendekatan faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian
Pendekatan untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian.
Y = C + I + G + (X-M)
Y adalah pendatan nasional.
Berdasarkan humus tersebut dapat dilihat peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran pemerintah) dan I (investasi yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X-M) yang dilakukan oleh pemerintah.
Pengukuran kadar pemerintah juga dapat dilihat dari peranan pemerintah secara sektoral terutama dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hampir mengatur bisnis dan harga untuk setiap sector usaha.
(b) Pendekatan sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian Indoensia dari waktu ke waktu.
Berdasarkan sejarah, Indonesia dalam pengeloaan ekonomi tidak pernah terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme.
Percobaan untuk mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet menghasilkan keterpurukan ekonomi hinggá akhir tahun 1959.
(a) Pendekatan faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian
Pendekatan untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian.
Y = C + I + G + (X-M)
Y adalah pendatan nasional.
Berdasarkan humus tersebut dapat dilihat peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran pemerintah) dan I (investasi yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X-M) yang dilakukan oleh pemerintah.
Pengukuran kadar pemerintah juga dapat dilihat dari peranan pemerintah secara sektoral terutama dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hampir mengatur bisnis dan harga untuk setiap sector usaha.
(b) Pendekatan sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian Indoensia dari waktu ke waktu.
Berdasarkan sejarah, Indonesia dalam pengeloaan ekonomi tidak pernah terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme.
Percobaan untuk mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet menghasilkan keterpurukan ekonomi hinggá akhir tahun 1959.
No comments:
Post a Comment