A. Fungsi-Fungsi Manajerial dalam MSDM
Untuk dapat melaksanakan tugas dan menjalankan perannya dengan baik dan
benar, maka sebuah manajemen memiliki peran yang dapat mendukung dan membantu
dalam penerapannya. Dalam manajemen terdapat 4 (empat) fungsi atau aktifitas
menurut beberapa ahli, sebagai berikut:[1]
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah kegiatan memperkirakan tentang keadaan tenaga kerja,
agar sesuai dengan kebutuhan organisasi secara efektif dan efisien dalam
membantu terwujudnya tujuan. Menurut Robbins dan Coulter (2012):“As managers
engage in planning, they set goals, establish strategies for achieving those
goals, and develop plans to integrate and coordinate activities.” Perencanaan
(Planning) adalah fungsi manajemen yang mencangkup proses mendefinisikan
sasaran, menetapkan strategi untuk mencapai sasaran itu, dan menyusun rencana
untuk mengintegrasikan dan mengoordinasikan sejumlah kegiatan. Bagi manajer
SDM, proses perencanaan berarti menentukan kemajuan suatu program SDM yang akan
berguna dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah
ditetapkan bagi perusahaan.
ditetapkan bagi perusahaan.
2. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian adalah kegiatan untuk mengatur pegawai dengan menetapkan
pembagian kerja, hubungan kerja, delegasi wewenang, integrasi dan koordinasi,
dalam bentuk bagan organisasi. Organisasi hanya merupakan alat untuk mencapai
tujuan. Organisasi yang baik akan membantu terwujudnya tujuan secara efektif.
3. Pengarahan (Directing)
Pengarahan adalah kegiatan memberi petunjuk kepada pegawai agar mau kerja
sama dan bekerja efektif serta efisien dalam membantu tercapainya tujuan
organisasi. Pengarahan dilakukan oleh pemimpin yang dengan kepemimpinannya akan
memberi arahan kepada pegawai agar mengerjakan semua tugasnya dengan baik.
Adapun pengadaan merupakan proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi dan
induksi untuk mendapatkan pegawai yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Pengadaan yang baik akan membantu terwujudnya tujuan.
4. Pengendalian (Controlling)
Pengendalian merupakan kegiatan mengendalikan pegawai menaati peraturan
organisasi dan bekerja sesuai dengan rencana.[2] Bila terdapat penyimpangan diadakan
tindakan perbaikan dan atau penyempurnaan. Pengendalian pegawai meliputi
kehadiran, kedisiplinan, perilaku kerja sama dan menjaga situasi lingkungan
pekerjaan.
B. Fungsi-Fungsi Operasional dalam MSDM
Fungsi operasional dalam manajemen sumber daya manusia merupakan dasar
pelaksanaan MSDM yang efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan organisasi
atau perusahaan. Manajemen sumber daya manusia secara fungsional memiliki
beberapa fungsi yang saling terkait satu sama lain dan operasional yang
dijalankan oleh manajemen sumber daya manusia sesuai dengan fungsi yang
dimilikinya. Berdasarkan pendapat Gaol (2014: p65) terdapat 6 fungsi operatif
manajemen
sumber daya manusia, yaitu:[3]
sumber daya manusia, yaitu:[3]
1. Pengadaan (Procurement)
Fungsi operasi manajemen
SDM yang pertama adalah pengadaan (procurement). Fungsi pengadaan berhubungan
dengan mendapatkan jenisdan jumlah tenaga kerja yang penting untuk mencapai
tujuan-tujuan organisasi. Fungsi ini berkaitan dengan bagaimana penentuan
kebutuhan sumber daya manusia berikut perekrutan, penyeleksian dan penempatan
kerja.
2. Pengembangan (Development)
Setelah tenaga kerja
diperoleh, mereka harus mengalami perkembangan. Perkembangan yang berkaitan
dengan peningkatan keahlian melalui pelatihan, yang penting bagi kinerja
pekerjaan. Kegiatan ini sangat penting dan akan terus berkembang dikarenakan
perubahan perubahan teknologi, penyesuaian kembali jabatan, dan meningkatnya
kerumitan tugas-tugas manajerial.
.
4. Programmed
Instruction
Merupakan bentuk pelatihan agar peserta
dapat belajar sendiri karena langkah-langkah pengerjaan sudah diprogram,
biasanya dengan computer, buku atau mesin pengajar. Instruksi terprogram
meliputi pemecahan informasi dalam beberapa bagian kecil sedemikian rupa
sehingga dapat dibentuk program pengajaran yang mudah dipahami dan saling
berhubungan.
5. Magang
Melibatkan pembelajaran dari pekerja yang
lebih berpengalaman dan dapat ditambah pada teknik off the job training. Banyak
pekerja ketrampilan tangan seperti tukang pipa dan kayu, dilatih melalui
program magang resmi. Asistensi dan kerja sambilan bisa disamakan dengan magang
karena menggunakan partisipasi tingkat tinggi dari peserta sekaligus memiliki
feedback yang tinggi pula.
.
3. Kompensasi (Compensation)
Fungsi ini didefinisikan
sebagai pemberian upah yang cukup dan wajar kepada tenaga kerja atas
kontribusi/jasa mereka terhadap tujuan-tujuan organisasi.
4. Integrasi / Penyatuan (Integration)
Walaupun sudah menerima
pegawai, sudah mengembangkannya, dan sudah
memberikan kompensasi yang memadai, perusahaan masih menghadapi masalah yang sulit, yaitu “integrasi/penyatuan”. Dalam hal ini pegawai secara individu diminta mengubah pandangannya, kebiasaannya, dan sikapsikap lainnya yang selama ini kurang menguntungkan bagi perusahaan agar disesuaikan dengan keinginan serta tujuan perusahaan.[6]
memberikan kompensasi yang memadai, perusahaan masih menghadapi masalah yang sulit, yaitu “integrasi/penyatuan”. Dalam hal ini pegawai secara individu diminta mengubah pandangannya, kebiasaannya, dan sikapsikap lainnya yang selama ini kurang menguntungkan bagi perusahaan agar disesuaikan dengan keinginan serta tujuan perusahaan.[6]
5. Perawatan / Pemeliharaan (Maintenance)
Pemeliharaan berarti
berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi yang telah ada. Pemisahan / Pelepasan / Pensiun (Separation)
Seorang karyawan tidak mungkin akan selalu
bekerja pada organisasi tertentu. Pada suatu ketika paling tidak mereka harus
memutuskan hubungan kerja dengan cara pensiun. Untuk itu maka tenaga kerja atau
karyawan tersebut harus kembali ke masyarakat. Organisasi harus bertanggung
jawab dalam memutuskan hubungan kerja ini sesuai dengan ketentuan-ketentuan
yang berlaku, dan menjamin warga masyarakat yang dikembalikan itu berada dalam
keadaan yang sebaik mungkin. Seorang manajer sumber daya manusia harus melaksanakan fungsi
ini dengan baik
No comments:
Post a Comment