1. BUATLAH RANGKUMAN
TENTANG MANAJEMEN PRODUKSI DAN LAYOUTNYA!
Pengertian manajemen produksi tidak
terlepas dari pengertian produksi itu sendiri. Produksi adalah segala kegiatan
dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang atau jasa yang
membutuhkan faktor-faktor produksi berupa tanah, modal, tenaga kerja, danskills
(organizational, managerial and technical skills) (Assauri, 1978). Proses
produksi yang berjalan dengan lancar dan baik merupakan suatu hal yang sangat
diharapkan oleh suatu perusahaan. Untuk mewujudkan proses produksi agar selalu
berjalan dengan baik, maka dibutuhkan suatu manajemen yang bisa mengelola
keseluruhan kegiatan produksi tersebut.
Pengertian manajemen produksi mencakup 3
unsur penting yaitu:
a. Adanya orang yang lebih dari satu
b. Adanya tujuan yang ingin dicapai
c. Orang yang bertanggungjawab terhadap
pencapaian tujuan tersebut
3. Tugas Manajemen Produksi
Tugas dari manajemen produksi ada dua
yakni:
1. Merancang system produksi
2. Mengoperasikan suatu system produksi
untuk memenuhi persyaratan produksi yang ditentukan.
Ada 4 macam pengambilan keputusan yaitu :
a. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang
pasti
b. Pengambilan keputusan atas peristiwa
yang mengandung risiko
c. Pengambilan keputusan atas peristiwa
yang tidak pasti
d. Pengambilan keputusan atas peristiwa
yang timbul karena pertentangan dengan keadaan yang lain
Pertama, seorang manajer harus
mendefinisikan masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk
menyelesaikannya.
Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap
alternatif yang ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik.
Dan terakhir, manajer harus
mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta mengawasi dan
mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.
Kegiatan-kegiatan manajerial meliputi :
1. Pemilihan
Keputusan strategik yang menyangkut
pemilihan proses berbagai barang atau jasa yang akan diproduksi
2. Perancangan
Keputusan taktikal yang menyangkut kreasi
metoda-metoda pelaksanaan suatu operasi produktif
3. Pengoperasian
Keputusan-keputusan perencanaan tingkat
keluaran jangka panjang atau dasar forecast permintaan dan keputusan scheduling
pekerjaan dan pengalokasian karyawan jangka pendek
4. Pengawasan
Prosedur-prosedur yang menyangkut
pengambilan tindakan korektif dalam produksi dan operasi barang penyediaan jasa
5. Pembaharuan
Implementasi perbaikan-perbaikan yang
diperlukan dalam sistem produktif berdasarkan perubahan permintaan, tujuan
organisasional, teknologi dan manajemen
Layout atau tata letak merupakan satu
keputusan yang menentukan efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Banyak
dampak strategis yang terjadi dari hasil keputusan tentang layout, diantaranya
kapasitas, proses, fleksibilitas, biaya, kualitas lingkungan kerja, kontak
konsumen dan citra perusahaan. Layout yang efektif membantu perusahaan mencapai
sebuah strategi yang menunjang strategi bisnis yang telah ditetapkan diantara
diferensiasi, biaya rendah maupun respon cepat.
Layout pabrik disebut juga tata letak atau
tata ruang didalam pabrik. Layout pabrik adalah cara penempatan
fasilitas-fasilitas produksi guna memperlancar proses produksi yang efektif dan
efisien. Fasilitas pabrik dapat berupa mesin-mesin, alat-alat produksi, alat
pengangkutan bahan, dan peralatan pengawasan. Perencanaan layout menurut James
A Moore adalah rencana dari keseluruhan tata letak fasilitas industri yang
didalamnya, termasuk bagaimana personelnya ditempatkan, alat-alat operasi
gudang, pemindahan material, dan alat pendukung lain sehingga akan tercipta
suatu tujuan yang optimum dengan kegiatan yang ada dengan menggunakan
fasilitas-fasilitas yang ada dalam perusahaan.
Dalam semua kasus yang terjadi, layout
seharusnya mempertimbangkan bagaimana cara mencapai:
1. Pemanfaatan lebih tinggi atas ruang,
fasilitas dan tenaga kerja.
2. Perbaikan aliran informasi, barang atau
tenaga kerja.
3. Meningkatkan moral kerja dan kondisi
keamanan yang lebih baik
No comments:
Post a Comment